Assalamu'alaikum teman-teman (:
Alhamdulillah kali ini saya bisa kembali menuliskan tentang Alam. Ya. Sekarang saya akan membahas tentang Rotasi dan Revolusi Bumi, fenomena alam yang selalu dan mutlak terjadi.
Muslim percaya dan tidak membantah bahwa
Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang Maha Sempurna, yang karenanya,
isinya tidak perlu dipertanyakan lagi kebenarannya. Di sisi lain, setiap
muslim pun percaya bahwa Al-Qur’an diturunkan Allah dengan ilmu,
menjelaskan dan membenarkan tanda-tanda Allah yang tersebar di alam.
Jadi, bagi muslim, hanya ada dua kemungkinan, Al-Qur’an membenarkan
bahkan mendahului ilmu pengetahuan, ataukah ilmu pengetahuan yang salah.
Dan suatu tanda bagi mereka adalah malam,
Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka
berada dalam kegelapan. (Q.S Yasin Ayat 37)
Allah menggunakan bahasa menanggalkan siang dari malam, menandakan bahwa sesungguhnya alam semesta itu didominasi oleh malam (gelap), dan siang itu adalah sesuatu yang “ditempelkan” kepada kegelapan (malam) itu.
Menanggalkan pigura dari tembok, berarti yang dominan adalah temboknya dimana piguranya sebelumnya ditempelkan di tembok.
Dan matahari berjalan ditempat peredarannya.Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Q.S Yasin Ayat 38)
Matahari pun berrevolusi (berjalan) mengitari orbitnya sendiri, mengitari pusat dari galaksi, menuju “tempat peristirahatannya”. “Limustaqarrin Laha” yang diartikan “di tempat peredarannya” yang secara literal berarti “menuju (tempat/waktu) yang telah ditentukan”berarti pula”menjadi keadaan stabil/tetap” atau “menuju tempat peristirahatan/pemberhentiannya”.
Garis edar sendiri bahasa arabnya adalah “falak“.
Ayat ini ingin menunjukkan bahwa matahari beredar “sampai waktu yang ditentukan, ketika telah sampai ke tempat peristirahatannya atau dalam kondisi stabil/tidak bergerak lagi”.
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua. (Q.S Yasin Ayat 39)
Penetapan manzilah-manzilah bagi bulan, hanya dapat dilakukan
apabila bumi juga berotasi serta berevolusi dan bulan juga mengelilingi
bumi, akan dipaparkan di bawah insya Allah.
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan
bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing
beredar pada garis edarnya. (Q.S Yasin Ayat 40)
Garis edar matahari dan bulan tidak terkait dengan pergantian siang
dan malam, sehingga Allah menyatakan dua hal sebagai penegasan “Tidak mungkin matahari mendapatkan bulan”
karena masing-masing memiliki garis edar yang berbeda, matahari
mengelilingi galaksi, bulan mengelilingi bumi, dan “malam tidak dapat
mendahului siang”, karena bumi berbentuk bulat dan berputar. Matahari
dan bulan mungkin saja sejajar, tetapi tetap “matahari tidak mungkin
mendapatkan bulan”.
Nah itu dia pembahasan tentang Rotasi dan Revolusi Bumi. Semoga bermanfaat, terimakasih (:

Komentar
Posting Komentar