"Aku suka dia, tapi dianya gak suka aku"
"Aku kemarin baru diputusin dia, sakit hati banget pokoknya."
"Chat aku gak dibales nih sama dia, apa dia udah punya yang baru yaaaaa???"
"Masa mantan aku direbut sahabat aku sendiri, sakit banget rasanya."
Sering banget ya kita jumpai kalimat-kalimat itu, atau bahkan kita yang seringkali melontarkan kalimat itu? hmmm pernah gak sih hati\atau mulut kita bilang
"Aduh, dosa aku banyak banget. Di maafin gak ya sama Allah?"
"Yah lupa aku telat Sholat satu detik."
"Aduh lupa aku gak minta izin sama orang tua waktu mau sekolah."
Mungkin sebagian besar dari kita, amat jarang melontarkan perkataan itu.Nah, kali ini saya akan membahas tips move on, khusus untuk teman-teman yang baru saja diputusin pacar, atau ditolak gebetan ... semoga blog ini bermanfaat
1. Ikhlas
Saat kalian memutuskan untuk mulai melanjutkan kehidupan, hal yang
pertama dan menjadi modal kalian adalah keikhlasan. Mengapa keikhlasan
menjadi modal utamanya?
Ikhlas adalah merelakan segala hal yang kita harapkan dan yang kita inginkan dikembalikan pada Allah SWT, pemilik segalanya. Ikhlas mengantarkan kita untuk lebih mudah menerima kenyataan bahwa apa yang telah kita rencanakan tidak terjadi sesuai dengan waktu yang kita harapkan. Ikhlas membuat hati terasa lebih tenang. Ikhlas merelakan diri kita diarahkan oleh Allah SWT sesuai dengan rencana terbaik milik-Nya.
Jadi ketika kalian sudah mampu berdamai dengan masa lalu, memaafkan diri sendiri atas kesalahan dimasa lalu, memaafkan orang-orang terkait di masa lalu dan memaafkan segala hal yang berkaitan dengan masa lalu dan juga tidak akan mengungkit atau memperhitungkan kembali kejadian tersebut dimasa yang akan datang, maka Insyaallah kalian sudah mulai ikhlas.
Ikhlas tidak hanya terucap di bibir saja, tetapi ikhlas yang sebenarnya adalah yang tercermin dari perbuatan. Seperti pada surat Al-Ikhlas, surat tersebut tidak menyisipkan kata ikhlas diatara permulaan hingga akhir surat tersebut. Dengan maksud tersirat bahwa ikhlas yang sebenarnya tidak terucap pada sebuah kata melaikan perbuatan.
Ikhlas yang sesungguhnya membuat kalian siap untuk menerima takdir kehidupan selanjutnya tanpa memiliki beban dalam hati. Jadi jika kalian sudah mengatakan ikhlas namun ada kata "tapi" sebagai alasan penyangkalan masa lalu, maka kalian belum ikhlas dalam arti yang sebenarnya.
Ikhlas adalah merelakan segala hal yang kita harapkan dan yang kita inginkan dikembalikan pada Allah SWT, pemilik segalanya. Ikhlas mengantarkan kita untuk lebih mudah menerima kenyataan bahwa apa yang telah kita rencanakan tidak terjadi sesuai dengan waktu yang kita harapkan. Ikhlas membuat hati terasa lebih tenang. Ikhlas merelakan diri kita diarahkan oleh Allah SWT sesuai dengan rencana terbaik milik-Nya.
Jadi ketika kalian sudah mampu berdamai dengan masa lalu, memaafkan diri sendiri atas kesalahan dimasa lalu, memaafkan orang-orang terkait di masa lalu dan memaafkan segala hal yang berkaitan dengan masa lalu dan juga tidak akan mengungkit atau memperhitungkan kembali kejadian tersebut dimasa yang akan datang, maka Insyaallah kalian sudah mulai ikhlas.
Ikhlas tidak hanya terucap di bibir saja, tetapi ikhlas yang sebenarnya adalah yang tercermin dari perbuatan. Seperti pada surat Al-Ikhlas, surat tersebut tidak menyisipkan kata ikhlas diatara permulaan hingga akhir surat tersebut. Dengan maksud tersirat bahwa ikhlas yang sebenarnya tidak terucap pada sebuah kata melaikan perbuatan.
Ikhlas yang sesungguhnya membuat kalian siap untuk menerima takdir kehidupan selanjutnya tanpa memiliki beban dalam hati. Jadi jika kalian sudah mengatakan ikhlas namun ada kata "tapi" sebagai alasan penyangkalan masa lalu, maka kalian belum ikhlas dalam arti yang sebenarnya.
"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang yang menyeru Rabb-nya di
pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya. Dan janganlah kedua
matamu berpaling dari mereka (karena) mengharap perhiasan kehidupan
dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami
lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya, dan adalah
keadaannya itu melewati batas." [Al Kahfi : 28].
2. Mendekatkan diri pada Allah SWT
Mendekatkan diri kepada Allah SWT sangat mudah dan sangat banyak pula
cara untuk semakin mendekatkan diri padanya. Beberapa cara yang sering
dilakukan adalah dengan cara shalat, berdoa, berzikir, berserah diri dan
lain sebagainya.
Memperbaiki diri dengan cara berhijrah ke jalan yang lebih baik yaitu mulai mengamalkan sunnah-sunnah yang telah dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW juga menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semakin mencoba untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT maka akan semakin tenang hati kalian dan sedikit demi sedikit akan mulai tergerus fdari perasaan kesepian, keraguan, kehilangan dan perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan lainnya.
Memperbaiki diri dengan cara berhijrah ke jalan yang lebih baik yaitu mulai mengamalkan sunnah-sunnah yang telah dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW juga menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Semakin mencoba untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT maka akan semakin tenang hati kalian dan sedikit demi sedikit akan mulai tergerus fdari perasaan kesepian, keraguan, kehilangan dan perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan lainnya.
3. Fokus terhadap diri sendiri
Ketika kalian sudah memilih untuk bangkit dari situasi yang tidak
menyenangkan tersebut, sebaiknya kalian fokus terhadap diri sendiri.
Hilangkan kebiasaan tetap ingin mengetahui kabar, kebiasaan dan hal-hal
lainnya yang berhubungan erat dengan seseorang di masa lalu.
Semakin kebiasaan itu dilakukan, maka akan semakin sulit untuk kalian bangkit dan mulai menjalani lembar kehidupan baru. Sebaliknya, fokuslah pada diri sendiri. Sadarlah bahwa ada banyak sekali hal yang belum kalian lakukan saat bersamanya. Ada banyak mimpi, cita-cita, harapan yang masih harus kalian raih. Dan tentunya masih ada orang-orang terkasih lainnya yang harus kalian bahagiakan terutama orang tua.
Anggaplah bahwa masa kehilangan orang terkasih adalah masa dimana kalian diberikan kesempatan kedua untuk mencoba meraih mimpi, harapan, cita-cita dan hal-hal lainnya yang kalian inginkan. Maka dengan demikian kalian tidak akan membutuhkan waktu lama untuk meratapi nasib dalam kesedihan karena kalian sadar bahwa waktu bergulir cepat dan tidak akan berhenti menanti kesedihan kalian mereda.
Bukalah mata dan gunakan pikiran kalian dengan baik. Dunia tidak sekecil yang kalian bayangkan jika tanpanya. Ada banyak peluang untuk mewujudkan hal-hal yang kalian inginkan tanpa harus menyertakan dia di dalamnya.
Ingatlah bahwa kalian lahir ke dunia sendiri, tanpa mengenal siapa-siapa kecuali Allah SWT dan orang tua kalian dan kalian pun akan mati sendiri dan pertanggungjawaban tentang kehidupan pun sendiri. Lalu mengapa kalian merasa takut untuk hidup di dunia sendiri untuk sementara waktu hingga Allah SWT menghadirkan orang yang tepat bagi kalian?
Yakinlah pada Allah SWT akan rancangan hidup seseorang karena Allah SWT maha sebaik-baiknya pembuat rencana.
Semakin kebiasaan itu dilakukan, maka akan semakin sulit untuk kalian bangkit dan mulai menjalani lembar kehidupan baru. Sebaliknya, fokuslah pada diri sendiri. Sadarlah bahwa ada banyak sekali hal yang belum kalian lakukan saat bersamanya. Ada banyak mimpi, cita-cita, harapan yang masih harus kalian raih. Dan tentunya masih ada orang-orang terkasih lainnya yang harus kalian bahagiakan terutama orang tua.
Anggaplah bahwa masa kehilangan orang terkasih adalah masa dimana kalian diberikan kesempatan kedua untuk mencoba meraih mimpi, harapan, cita-cita dan hal-hal lainnya yang kalian inginkan. Maka dengan demikian kalian tidak akan membutuhkan waktu lama untuk meratapi nasib dalam kesedihan karena kalian sadar bahwa waktu bergulir cepat dan tidak akan berhenti menanti kesedihan kalian mereda.
Bukalah mata dan gunakan pikiran kalian dengan baik. Dunia tidak sekecil yang kalian bayangkan jika tanpanya. Ada banyak peluang untuk mewujudkan hal-hal yang kalian inginkan tanpa harus menyertakan dia di dalamnya.
Ingatlah bahwa kalian lahir ke dunia sendiri, tanpa mengenal siapa-siapa kecuali Allah SWT dan orang tua kalian dan kalian pun akan mati sendiri dan pertanggungjawaban tentang kehidupan pun sendiri. Lalu mengapa kalian merasa takut untuk hidup di dunia sendiri untuk sementara waktu hingga Allah SWT menghadirkan orang yang tepat bagi kalian?
Yakinlah pada Allah SWT akan rancangan hidup seseorang karena Allah SWT maha sebaik-baiknya pembuat rencana.
Komentar
Posting Komentar